Lalu bagaimana dengan Si Miskin dan Bodoh?

Pagi ini saya pergi ke sebuah sekolah agak terpencil ditengah hiruk pikuk perkotaan Bandung,  sekolah itu adalah bagian dari Yayasan Islam Al Falah Dago. Saya bermaksud mengantar surat permohonan izin dan peminjaman ruang kelas di SD al Falah untuk tempat pelatihan.. hehe.. Dari sana saya diantar menghadap ke ketua Yayasan Al Falah tersebut..

Masuk ruangan itu saya agak kaget karena Bapak ketua Yayasan tersebut sedang terbaring di sofa, sepertinya agak sakit, kemudian Bapak tersebut bangkit duduk dan mempersilahkan saya duduk,.. Saya kemudian mengutarakan maksud kedatangan saya bercerita dan pada akhirnya Bapak mengiyakan saya untuk dapat meminjam ruangan tersebut, alhamdulillah berhasil.. hehe.. kemudian Bapak yang sudah tua berusia sekitar 85 tahun itu mulai bercerita mengenai kondisinya yang sakit setelah pulang dari Singapura dan Hongkong.. “wew” dalam pikir saya.. dari situ beliau mulai mengungkapkan sedih dan sakit hatinya ketika ia datang disana.. tercengang melihat bagaimana negara itu tertata rapi, tak ada anak jalanan, pengemis, tak ada sampah apalagi puntung rokok..

Ia mulai mengungkapkan rasa jengkelnya kepada sistem pemerintahan Indonesia, memaki-maki (saya agak heran sampai bilang anjing edan dll, wkwkwk) anggota DPR, pemerintah, Presiden, sampai TNI, Polri,.. “wew”.. tapi saya sepakat.. nampaknya beliau sangat mengikuti perkembangan diusianya yang sudah senja itu.. hehe..

Disamping itu ia bercerita bagaimana Al Falah itu dibentuk dan untuk apa.. Beliau bercerita bagaimana ketika muda ia berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, di masa orde baru (bercerita sistem buruk Soeharto jg.. ^_^), sampai reformasi yang salah sasaran.. Saya terenyuh mendengar cerita Bapak itu, bagaimana negara ini harusnya mengarah, bagaimana pendidikan di Indonesia, bagaimana ia sangat memperhatikan anak-anak jalanan yang kian hari kian bertambah… bagaimana kayanya Indonesia namun kegoblokan sistem yang ada yang ditanamkan bahkan mulai dari anak TK, membuat Indonesia memalukan seperti ini..

Beliau sangat sedih melihat Indonesia seperti ini, di usianya yang sudah renta itu saya melihat semangat Bapak itu tidak padam.. saya merasa malu terhadap diri sendiri.. bahkan dia sempat bercerita bagaimana ia agak menyesal telah membunuh Belanda ketika itu.. Belanda yang sebenarnya juga sudah membangun negara ini (membandingkan karya Belanda yang jauh lebih hebat dengan karya sekarang yang habis potong pita sudah ambruk..) ia menyesal, dan sekarang berusaha mengumpulkan uang untuk ke Belanda sana jika mungkin bertemu dengan anak cucu dari orang Belanda yang sudah ia bunuh.. untuk meminta maaf, walaupun mungkin ia akan dibunuh ia tidak akan menyesal kata beliau..

Beliau saksi hidup perjuangan dari penjajahan, sampai Indonesia menjadi sekarang ini.. tidak hanya berjuang kala itu, namun sampai sekarang tidak berhenti memerjuangkan hak-hak wong cilik.. orang miskin dan bodoh, mereka juga manusia Indonesia.. tapi mengapa semua orang hanya memikirkan perut masing-masing..?? anak jalanan, tidur dijalan itu diapakan.. kapan Indonesia bangkit dari keterpurukan..

Sampai akhir pembicaraan Bapak mengatakan senang dapat berbicara seperti itu kepada saya.. Dia mengatakan diusianya yang sudah tua itu ia sudah tidak mampu berbuat banyak.. Mahasiswa seperti saya ini beliau bilang.. yang seharusnya mulai berpikir bagaimana mengubah sistem bangsa ini.. bagaimana memajukan negara dari semua segi.., menjadikan Indonesia negara yang cerdas dan berakhlak.. mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, bahkan si Bodoh dan si Miskin pun seharusnya masih bisa diajari untuk menjadi lebih baik, hidup sendiri dengan layak dan mampu ikut membangun negeri…

Sekian, ini saya jadikan catatan saya hari ini.. inspirasi buat saya hari ini..

saya tidak bisa mencatat dan menulis apa yang beliau katakan semuanya dengan baik, masih belajar untuk menulis dan berbahasa.. ^^

Advertisement
This entry was published on December 17, 2011 at 11:19 am. It’s filed under cerita, day, story and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 96 other followers